MENULIS LAPORAN PENELITIAN

Apaun yang anda teliti dan berapa lam Anada melakukannya tidak akan diketahui orang lain, kecuali Anda melaporkannya. Dalam bukunya, Qualititative research for education: An Introduction to Theory and Metods (1992: 154-163), Bogdan & Biklen menyarankan beberapa hal dalam menganalisis data dalam penelitian kualitatif, sebagai berikut:

  1. Upayakan agar penelitian Anda tidak melebar, buatlah sesempit mungkin. Artinya, pembatasan masalah mutlak dilakukan.
  2. Ambil keputusan jenis penelitian yang Anda lakukan.
  3. Susun pertanyaan-pertanyaan analitis.
  4. Rencanakan tahapan pengumpulan data sesuai dengan hasil observasi sebelumnya.
  5. Tulislah “komentar pengamat” segetol mungkin jawaban dapat berkembang.
  6. Tulislah memo untuk Anda sendiri ihwal apa yang Anda pelajari.
  7. Uji cobakan ide-ide dan tema-tema dilapangan kepada responden.
  8. Jelajahi literature terkait sewaktu Anda di lapangan.
  9. Gunakanlah metfor-metafor, analogo-analogi, dan ide-ide Anda.
  10. Pergunakanlah alat-alat bantu visual. Tampilkanlah data, temuan, analisis, dan kesimpulan semenarik mungkin, sehingga pembaca tidak bosan membaca tulisan Anda.

      Siapa Pembaca Laporan Anda

Keberhasilan menulis kualitatif bergantung pada dua hal, yaitu:

  1. Sejauh mana peneliti terbiasa menulis essai dan menulis surat secara mendetil, dan
  2. Apakah pelaporan penelitian itu dianggap sebagai hal rutin saja atau sebagai kesepakatan untuk kontribusi dalam bidang keilmuan (Burns: 1990).

Agar laporan kita baik dan tepat, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Apa yang dituliskan, yakni hasil penelitian, adalah materi atau bahan, dan bahan dapat dijadikan tulisan dengan bentuk kehendak kita.
  • Pemilihan genre dan gaya tulisan sangat bergantung pada pembaca laporan itu.
  • Temuan penelitian kualitatif dapat disajikan dengan sudut pandang teoretis yang berbeda, misalnya dari perspektif realis atau posmodernis, atau campuran keduanya.
  • Tidak ada satu gaya penulisan laporan kualitatif yang dianggap baku.

      Kapan Mulai Menulis

Kesalahan umum para peneliti pemula adalah menangguhkan penulisan laporan sampai analisis data tuntas. Ketika menggunung dihadapan mata, kita menjadi bingung dari mana sebaiknya memulai. Karena itu disarankan untuk mencermati hal-hal berikut:

  • Pada akhir fase pengumpulan data, segera menganalisis melakukan koding terhadap data, lalu melakukan kategorisasi data, dan memaknainya.
  • Penulisan laporan dimulai sejak melakukan penelitian. Bagian tertentu dari tesis atau disertasi dapat dituliskan bahkan sebelum terjun ke lapangan.
  • Sewaktu menulis draf hindarilah alinea-alinea panjang. Setiap gagasan dituangkan dalam satu paragraph.

Strategi Menulis

Khusus dalam penulisan, Genshe & Peshkin (1992: 157-159) merangkum pendapat para pakar dan menyebutkan beberapa strategi terpenting, antara lain:

  1. Rencanakan menulis jangka panjang dengan merujuk pada batas waktu yang Anda tentukan sendiri. Misalnya berkaitan dengan beasiswa dan izin belajar. Perlu disediakan waktu untuk bermai-main dengan data dan cara membahasakanny. Perlu juga disediakan waktu untuk berkolaborasi dengan sejawat untuk mendapatkan komentar dan saran. Anda perlu menyediakan waktu untuk menulis ulang draf dan mengkosultasikannya kepada pembimbing.
  2. Buatlah jadwal menulis jangka pendek. Tanyakan pada diri sendiri kapan waktu yang paling produktif dan kreatif.
  3. Tempelkan jadwal kerja Anda pada ruang kerja dalam ukuran cukup besar, sehingga anggota keluarga Anda akan mengingatkan bilamana Anda lupa.
  4. Tentukan tempat yang paling cocok untuk menulis yang jauh dari gangguan.
  5. Bersiaplah untuk menulis ditempat lain.
  6. Mulailah membaca dan mengedit tulisan kemarin.
  7. Bila Anda merasa mandeg, menulislah tanpa mempedulikan sintaksis, koherensi, atau logika karangan.
  8. Bila Anda harus berhenti, berhentilah pada bagian yang di mana Anda akan mudah melanjutkannya nanti.
  9. Bacalah laporan kualitatif orang lain, juga tajuk rencana, novel, cerpen, dan puisi.
  10. Siapkan sejak awal bagian-bagian laporan secara terpisah dan dibarukan terus menerus, yakni bibliografi, literatur, kata pengantar, daftar tabel, daftar gambar, daftar responden, dan lampiran-lampiran seperlunya.

Gaya Penulisan Laporan

Ada beberapa panduan yang lazim diikutipara penulis, antara lain:

  1. Buatlah kalimat aktif.
  2. Jangan ragu menggunakan pronominal “ I ” agar pelaporan bernada akrab.
  3. Jika menulis dalam bahasa Inggris, gunakanlah past tense untuk melaporka kegiatan Anda.
  4. Tampilkan pencitraan yang konkret. Gunakanlha kata-kata deskriptif.
  5. Hindarilah penggunaan jargon yang tidak perlu, ini mengganggu pembaca.
  6. Gunakan kata-kata secukupnya untuk menjelaskan maksud Anda.
  7. Hindarilah penggunaan kata secara berlebihan.
  8. Pilihlah kalimat-kalimat pendek, maksimum 19 kata per kalimat. Setelah tiga kalimat panjang, munculkan kalimat pendek.
  9. Berilah contoh pada setiap poin yang Anda kemukakan.
  10. Supaya tidak melelahkan mata pembaca, upayakan dalam satu halaman (kertas ukuran A4) minimal ada tiga alenia.
  11. Lenagkapilah laporan Anda dengan display visual (visual display) seperti bagan, diagram, tabel, dan sebagainya.

Anatomi Laporan Penelitian

           pada garis besarnya ada tiga bagian utama pada laporan, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

Untuk tesis dan disertasi, struktur laporan penelitianyng lazim diikuti oleh jurnal-jurnal internasional, yaitu pada intinya:

  1. Pernyataan problem penelitian,
  2. Kajian literature dan teori,
  3. Metodologi,
  4. Hasil dan pembahasan,
  5. Kesimpulan dan saran.

Study Kasus

Pelaporan study kasus pada umumnya lebih menantang daripada penulisan laporan lain, seperti artikel jurnal, buku ajar, artiker Koran, dan sejenisnya.

Lincoln dan Guba (1985), menyebutkan tiga syarat penulis laporan studi kasus sebagai berikut.

Pertama, penulis seyogianya memiliki keterampilan menulis diatas rata-rata. Menulis studi kasus bagai menulis laporan fiksi saja, tetapi tidak murni fiksi Karena ini merupakan pelaporan ilmiah.

Kedua, pelaporan terbuka atas segala kririkan dan saran dari orang lain.

Ketiga, penulis adalah seseorang yang betul-betul menjiwai kasus yang dilaporkannya.

Bagi para penulis study kasus, Lincoln dan Guba (1985) menyarankan enam panduan sebagai berikut:

  1. Penulisan bergaya informal.
  2. Penulisan tidak bernada Interpretif atau evaluative kecuali pada bagian yang diniati.
  3. Pada penulisan draf pertama harus diantisipasi adanya pelaporan secara berlebihan karena segala sesuatu dimasukkan (overinclusion) karena hamper semua temuan dilaporkan –karena takut kehilangan data yang mungkin berharga.
  4. Penulis harus menjaga kerahasiaan responden dan lembaga sebagai sumber data.
  5. Penulis harus membuat catatan audit (audit trail). Inilah cara yang paling meyakinkan untuk menjamin keterpercayaan laporan penelitian.
  6. Penulis harus menentukan kapan pelaporan harus berhenti.

Mengevaluasi Laporan

Sebelum menyerahkan laporan penelitian, sebaiknya Anda melakukan evaluasi diri. Baca kembali laporan itu dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah setiap kata, frase, kalimat dan analisa jelas maknanya?

Adakah kalimat yang membingungkan (tidak jelas)?

  1. Apakah laporan itu tertulis dengan baik? Cek kembali tenses, grammer, ejaan, tanda baca, pemilihan ukuran huruf.
  2. Apakah kutipan tidak mengandung kesalahan nama, tahun, penerbitan, dan halaman? Apakah semua nama yang muncul dalam teks tercantum pada Bibliografi.
  3. Apakah Anda tidak salah mengutip (melebih-lebihkan atau mengurangi) pernyataan responden?
  4. Apakah abstrak penelitian menggambarkan substansi penelitian yang Anda lakukan?
  5. Apakah judul tesis atau disertasi, sub judul, dan sub-sub judul menggambarkan isi yang dijudulnya?
  6. Apakah tujuan penelitian dinyatakan secara eksplisit?
  7. Apakah tujuan itu tercapai? Apakah Anda melaporkan apa yang tercapai dan tidak tercapai?
  8. Apakah hasil-hasil penelitian dalam kajian pustaka betul-betul dibaca dan relevan dengan tema penelitian Anda? Tidak sekadar berondongan dan pamer kutipan?
  9. Apakah semua istilah diberi definisi? Apakah semua istilah digunakan secara konsisten dalam konsep maupun penulisannya?
  10. Apakah metode pengumpulan data satu per satu dibahas tuntas dengan alasan yang jelas?
  11. Apakah pembatasan masalah dinyatakan secara eksplisit?
  12. Apakah hasil-hasilnya disajikan dengan baik, sistematis, dan logis?
  13. Apakah Anda membandingkan temuan-temuan yang diperoleh dengan teknik-tenik pengumpulan data yang berbeda?
  14. Apakah tabel, diagram, dan gambar-gambar tepat penempatannya, dinomori, dan diberi penjelasan?
  15. Apakah kesimpulan-kesimpulan itu berdasarkan pada bukti yang kuat? Adakah klaim-klaim yang tidak didukung bukti-bukti?
  16.  Semua peneliti memiliki bias. Bagaimanakah Anda mengontrol bias ini?
  17. Apakah data-data itu dapat dipercaya? Apakah peneliti lain akan berkesimpulan kurang lebih sama jika harus menganalisis data-data itu?
  18. Apakah teori yang ada selama ini (dalam bab kajian literatur) dievaluasi oleh Anda dengan temuan-temuan baru?
  19. Apakah rekomendasi Anda relevan dengan kesimpulan dan dapat dilaksanakan?
  20. Berdasarkan keterbatasan studi Anda, adalah saran untuk para peneliti selanjutnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s